Jumat, 17 Januari 2014

Bumi Itu Al-Quran



Penulis : KH. Fahmi Basya
Judul : Bumi Itu Al-Quran
Anak Judul : Menguak Alam Semesta Melalui Matematika Al-Quran
Tahun : 2013
Penerbit : Zahira
Halaman : 440 halaman


Sebetulnya buku ini sudah saya beli akhir tahun 2013 lalu, namun baru berhasil saya selesaikan di awal Januari 2014 ini. Ketertarikan pada buku ini tidak terlepas dari buku beliau sebelumnya yang berjudul "Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman" yang begitu memukau bagi saya. Sehingga ketika melihatnya bertengger di meja kasir Gramedia Cinere dengan label best seller, saya pun tak berpikir panjang untuk membeli.

Sempat terpikir bahwa kata "matematika Al-Quran" di sini tidak benar-benar bicara tentang ilmu matematika yang rumit-rumit, melainkan pastilah matematika di sini hanya menjelaskan betapa Al-Quran itu adalah kitab yang sangat logis dan dijabarkan dengan bukti dari A-Z. Tapi ternyata saya keliru. Buku ini rupanya betul-betul bicara tentang matematika yang sangat matematis dan angka-angka istimewa seperti golden ratio dan semacamnya.

Di dalam prolognya, KH. Fahmi Basya sudah mengajak kita untuk bermain-main dengan matematika. Yakni seperti ini:

Kalau kita mempunyai kertas setipis 1/1000 mm. Kemudian dipotong dua, kemudian didempetkan, kemudian dipotong dua sekaligus, kemudian didempetkan lagi dan dipotong dua sekaligus, terus sampai pemotongan yang ke 50. Maka berapa kira-kira tinggi kertas itu? Bagaimana pun akal kita akan mengatakan bahwa jawabannya tidak mungkin lebih dari 1 meter. Dan kalau ada yang mengatakan kertas itu tingginya akan sampai ke langit melewati bulan, tentu kita akan bilang itu tidak masuk akal.

Sekarang coba kita hitung, karena ada 50 kali pemotongan, maka kertas itu semua adalah 2 pangkat 50. hasilnya adalah 1.000.000.000.000.000.

Karena kertas itu tipisnya 1/1000 mm, maka tinggi kertas ini adalah 1.000.000 km. Maka benarlah tinggi kertas itu akan sampai ke langit dan melewati bulan, sebab jarak bumi kita dengan bulan saja hanya sekitar 380.000 km, tidak sampai 1 juta km.

Selain itu, pada halaman 127-128 buku ini juga memberi jawaban secara matematis, mengapa thawaf itu berkeliling ka'bah sebanyak 7 kali. Masih ingat dengan rumus keliling lingkaran?

K = 22/7 x diameter lingkaran.

Lalu menunjukkan arti apakah angka 22 dalam Al-Quran? Mungkin sebaiknya Anda membacanya langsung agar bisa mengerti bahwa sejak jaman Nabi Ibrahim, Allah sudah berupaya memberi tahu kita bahwa cara menghitung keliling lingkaran adalah dengan mengalikan diameter lingkaran tersebut dengan bilangan 22/7. Masya Allah, saya sendiri terus bergumam dan berdecak kagum, sungguh tak ada yang tak sanggup dijelaskan oleh Al-Quran.


Namun buku ini memang bukan buku yang mudah dipahami dengan sekali dua kali baca saja. Perlu beberapa kali membuka bab dan halaman yang sama untuk saya bisa benar-benar mencerna, dan menghubungkannya dengan pelajaran eksakta yang pernah saya pelajari. Betapa pun KH. Fahmi Basya mencoba untuk menjelaskan sesederhana mungkin, buku ini tetap masuk kategori buku berat buat saya.

Meski begitu, para penggemar pelajaran eksakta perlu membeli buku ini untuk menambah keyakinan pada keistimewaan Al-Quran. Dan bagi mereka yang pusing dengan angka, mungkin sebaiknya membeli buku beliau yang sejenis dengan judul yang lain. Tapi tak ada salahnya juga membeli jika untuk menambah koleksi dan menghilangkan penasaran tentang isinya.





2 komentar:

  1. Numpang Comment Blognya Kreen Lanjutkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah makasih sudah berkunjung. selamat! komen anda adalah yang pertama di blog saya hehehe

      Hapus